10 Risiko Timbulnya Masalah Kesehatan Terkait dengan Rheumatoid Arthritis

By | September 23, 2016

Jika kita menderita rheumatoid arthritis (RA), waspadalah terhadap ancaman masalah kesehatan lain terkait dengan gangguan autoimun. Hal ini disebabkan oleh peradangan atau terkait perawatan RA. Meskipun keadaan menahan dalam mengatasi rasa sakit dan kelelahan dari kondisi RA sendiri, ternyata jauh lebih aman jika kita dapat mengetahui terlebih dahulu mengenai gejala dan tanda-tanda dari penyakit ini. Selain berbahayanya penyakit rematik ini, ternyata penyakit yang menyerang persendian ini juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti berikut ini :

Obat herbal untuk penyakit rematik sembuh secara total dengan QNC JELLY GAMAT!!!

Penipisan tulang

Penyakit RA ini dapat menyebabkan penipisan tulang dan osteoporosis (yang meningkatkan risiko patah tulang), seperti kortikosteroid adanya peradangan. Selain itu, orang penderita RA juga sering mengurangi aktivitas hariannya karena rasa sakit yang ditimbulkannya dan hal ini juga yang dapat mempercepat hilangnya pertumbuhan tulang dan massa otot.

Penyakit jantung dan stroke

Penderita RA akan mempunyai sekitar dua kali lipat lebih berisiko terhadap penyakit jantung. Rheumatoid arthritis dianggap sama dengan faktor risiko (penyakit jantung) lainnya, seperti diabetes, hipertensi, peningkatan lipid, merokok, dan riwayat keluarga. Orang penderita RA harus melakukan upaya ekstra untuk mengkonsumsi makanan mengandung banyak gizi yang dapat membuat jantung menjadi sehat, mengatasi faktor risiko lainnya (seperti menghindari merokok), dan mengontrol kolesterol serta tekanan darah.

Masalah paru-paru

Sekitar 8% orang penderita RA mengembangkan penyakit paru interstitial atau jaringan parut pada paru-paru, dibandingkan dengan 1% sampai 2% orang dari populasi umum. Selain sendi, RA bisa menyerang paru-paru dan menyebabkan jaringan parut. Seiring waktu, ini dapat membuat si penderita sulit bernapas. Perawatan RA seperti methotrexate dan glukokortikosteroid dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru interstitial. Orang-orang penderita RA juga dapat mengembangkan peradangan pada lapisan paru-paru atau radang selaput dada, yang dapat menimbulkan rasa sakit saat bernafas, dan nodul paru-paru, yang bisa menjadi penyebab kanker.

Infeksi

Obat-obatan untuk penyakit RA seperti methotrexate, adalimumab (Humira), etanercept (Enbrel), dan infliximab (Remicade) dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. Salah satu resikonya adalah tuberkulosis (TB).

Depresi

Tidak mengherankan, depresi ternyata dapat mempengaruhi lebih banyak orang pada penderita RA. Penderita RA ini dapat mengalami cacat fungsional, hilangnya kebebasan dalam melakukan suatu aktivitas, dan penurunan kualitas. Satu studi telah menunjukkan bahwa hanya 1 dari 5 pasien RA berkonsultasi dengan dokter mereka tentang gangguan depresi.

Anemia

RA ini dapat menyebabkan anemia yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah yang diperlukan untuk mengangkut oksigen dalam tubuh. Peradangan rematik ini dapat menekan sumsum tulang yang biasanya memproduksi sel-sel darah merah. Obat yang dapat memacu produksi darah sel darah merah dapat membantu juga dapat membantu tubuh dalam mengatasi kurangnya pasokan darah merah dalam tubuh.

Vaskulitis

Sebuah kondisi yang jarang namun berpotensi sangat serius terhadap komplikasi RA yaitu vaskulitis yang dapat menimbulkan peradangan pada pembuluh darah. Vaskulitis menyebabkan luka pada peredaran darah dan akan terlihat di permukaan kulit terutama di bagian jari tangan atau kaki, dan kadang-kadang kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan saraf di tangan dan kaki serta organ tubuh lainnya.

Sindrom sjogren

Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang menyerang air mata dan kelenjar ludah, menyebabkan mata dan mulut menjadi kering. Hal ini dapat terjadi dengan sendirinya atau sebagai komplikasi tambahan yang ditimbulkan oleh penyakit rheumatoid arthritis. Sayangnya, belum ada pengobatan untuk Sjögren ini yang dapat menyebabkan masalah penglihatan dan kerusakan gigi karena kurangnya produksi air liur. Dengan menggunakan pelembab tetes mata, menjaga kesehatan gigi yang baik, dan air minum dapat membantu mencegah masalah ini. Kita juga bisa menggunakan obat resep lainnya seperti cevimeline (Evoxac) dan pilocarpine (Salagen) yang dapat meningkatkan produksi air liur dan air mata.

Limfoma non-hodgkin

Pasien RA memiliki risiko lebih besar dua sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak menderita RA. Ada juga obat yang di resepkan untuk mencegah penyakit ini seperti adalimumab (Humira), etanercept (Enbrel), dan infliximab (Remicade) yang sekaligus akan membawa peringatan tentang peningkatan risiko terhadap penyakit kanker limfoma.

Pada dasarnya penyakit RA atau rematik ini bisa disembuhkan dengan cara yang sederhana yaitu mulai dari asupan yang mengandung banyak vitamin D, karena vitamin D ternyata mempunyai hubungan terhadap penyembuhan penyakit rematik ini. Selain makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi, dengan berolahraga secara teratur terutama olahraga yang lebih banyak memberi gerak pada tulang persendian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *