7 Alasan Kenapa Kita Jangan Terlalu Berlebihan Memakan Daging Merah

Warna daging memang ada 2 jenis yaitu warna daging yang putih seperti pada ayam, kalkun, ikan (namun ada juga warna daging ikan yang warnanya merah seperti salmon), kandungan yang terdapat di dalamnya pun mengandung serat yang lebih luas dan cenderung bekerja secara singkat. Dan daging yang berwarna merah terdapat di daging-daging dari sapi, kuda, domba, kambing dan daging babi, kandungan yang terdapat di dalamnya mengandung lebih banyak serat otot sempit yang cenderung beroperasi dalam waktu lama.

Berikut ini alasan kenapa kita tidak boleh terlalu banyak memakan daging merah

Dapat mengeraskan pembuluh darah

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature Medicine Journal senyawa yang ditemukan dalam daging merah yang disebut carnitine ternyata dapat menyebabkan aterosklerosis yaitu adanya pengerasan atau penyumbatan arteri. Penelitian, yang mencakup lebih dari 2.500 vegetarian pada pasien jantung, menunjukkan bahwa carnitine dapat berubah pada senyawa tertentu dan dapat merusak hati melalui bakteri dalam usus. Para peneliti menemukan bahwa peningkatan kadar carnitine diprediksi dapat berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Terserang penyakit yang bersumber dari E.Coli

Makanan yang paling mungkin dapat menyebabkan kita untuk jatuh sakit dengan bakteri seperti E. coli ini termasuk makanan yang tidak dipasteurisasi terlebih dahulu dan bakteri seperti ini biasanya di temukan di daging-daging mentah. E. coli sendiri dapat menyebabkan dehidrasi, kram perut, dan gagal ginjal.

Makan daging secara berlebihan dapat berisiko terkena diabetes tipe 2

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh JAMA Internal Medicine, makan daging merah atau olahan yang berasal dari daging merah secara berlebihan dari waktu ke waktu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Secara khusus, 3,5 ons daging merah atau 1,8 ons daging olahan setiap hari dapat menyebabkan peningkatan 19% dan 51% risiko diabetes. Diet yang kaya produk hewani berkontribusi berisiko terhadap peningkatan obesitas serta diabetes tipe 2.

Dapat menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan otak dan usus

Menurut sebuah studi terbaru dari UCLA, daging merah mengandung banyak zat besi yang bila dimakan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar zat besi di otak dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Ketika sudah banyaknya penumpukan zat besi di otak dan membuat jaringan serat di penuhi oleh lemak yang bisa beresiko membuat mantel saraf menjadi hancur. Hal ini akan mengganggu komunikasi saraf di otak dan menjadi tanda-tanda munculnya penyakit Alzheimer. Makan daging merah serta olahannya juga sangat meningkatkan risiko kanker kolorektal pada orang dengan penderita penyakit predisposisi genetik. Mempengaruhi satu dari tiga orang penderita, gen ini akan berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh kita memiliki gen ini, memakan dan mencerna daging merah dapat memicu respon imun atau peradangan.

Mengandung senyawa hormon yang berbahaya

Terbitan dalam Archives of Internal Medicine, lebih dari 90.000 perempuan menyebutkan bahwa hormon yang terdapat dalam daging merah tersebut dapat mendorongan kita ke resiko terkena penyakit kanker payudara. Wanita yang makan lebih dari 1,5 porsi (sekitar 6 ons) daging merah per hari memiliki hampir dua kali lipat berisiko terkena kanker payudara akibat hormon yang sensitif, daripada wanita yang makan 3 atau dalam porsi yang lebih sedikit per minggu. Para peneliti percaya bahwa senyawa hormon seperti penyebab risiko terkena kanker dapat meningkat dari makanan seperti daging merah dengan membuat ujung pada saraf menjadi peka terhadap hormon yang lebih spesifik pada tumor.

Membuat kualitas hidup menjadi menurun

Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menemukan hubungan keterkaitan antara mengkonsumsi daging merah dengan penurunan risiko terhadap umur hidup kita. Makan sumber protein sehat seperti ikan, unggas, dan kacang-kacangan dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah.

Penyakit kardiovaskular

Lemak dari makanan hewani, seperti yang ditemukan dalam daging merah dapat berkontribusi terhadap faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung dan stroke dengan menambahkan jumlah kolesterol dan lemak jenuh dalam tubuh kita, yang dapat meningkatkan akumulasi zat lemak yang disebut plak pada lapisan dinding arteri. Dalam kondisi ini dikenal sebagai penyakit aterosklerosis, jantung kita akan bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang menyempit, meningkatkan kesempatan kita terhadap serangan jantung. Lemak dalam daging merah juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara ekstra dan mengembangkan tekanan darah tinggi, yang juga merupakan faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *