Bagaimana Hubungan Daging Merah Dengan Timbulnya Penyakit Kanker ?

Faktor utama yang menjadi perbincangan banyak peneliti di dunia saat ini yaitu keterkaitan daging merah yang menjadi pemicu timbulnya penyakit kanker. Daging merah seperti daging sapi, domba dan babi dapat menjadi bagian dari diet yang sehat. Tapi terlalu banyak makan olahan daging merah dapat memungkikan seseorang terkena penyakit risiko usus (kolorektal) kanker.

Daging merah merupakan sumber protein yang baik serta dapat memberikan vitamin dan mineral, seperti zat besi dan seng. Tapi penelitian membuktikan bahwa mungkin ada hubungan antara mengkonsumsi daging merah dengan risiko kanker usus. Orang-orang yang makan terlalu banyak daging akan beresiko lebih tinggi terkena kanker usus dibandingkan mereka yang makan dalam jumlah porsi sedikit.

Obat herbal menyembuhkan kanker secara total tanpa operasi dengan QNC JELLY GAMAT!!!

Apakah mengkonsumsi olahan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker ?

Ini sangat memungkin bahwa kita bisa saja terkena berbagai penyakit tertentu yang di sebabkan oleh olahan daging merah tersebut, begitu banyak berita yang menghubungkan antara olahan daging merah dengan penyakit kanker. Hal ini karena ada bukti kuat bahwa terlalu banyak makan makanan ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus serta memakan olahan daging dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker perut. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker usus, sebaiknya di sarankan untuk makan daging merah tidak lebih dari 500g dalam seminggu, seperti daging sapi, babi dan domba, serta menghindari daging olahan seperti ham, bacon dan salami.

Bagaimana olahan dari daging merah dapat dikaitkan dengan kanker ?

Ada bukti kuat bahwa makan terlalu banyak dari olahan daging merah merupakan penyebab kanker usus. Salah satu alasan yang menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit karena senyawa yang terdapat di daging merah yang dapat memberikan daging merah warna dll, ternyata dapat merusak lapisan pada usus kita ketika di cerna.

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang makan terlalu banyak daging merah dan cenderung memakan makanan nabati lebih sedikit, akan mendapatkan keuntungan yang secara signifikan lebih sedikit dari sifat kanker yang berperan sebagai pelindung di bagian tubuh dan juga menjadi bukti kuat bahwa makanan yang berasal dari daging merah adalah penyebab timbulnya penyakit usus dan kanker lambung.

Ketika sehabis memakan olahan daging yang sudah melalui proses pengawetan seperti menggunakan asap, penggaraman, atau dengan penambahan pengawet, akan mempermudah pembentukan zat penyebab kanker (karsinogen) di dalam tubuh. Zat-zat ini dapat merusak sel-sel dalam tubuh dan mengarah ke pengembangan kanker.

Cara pengolahan yang bisa di gunakan untuk mengurangi efek dari daging merah

  • simpan terlebih dahulu daging merah dalam beberapa minggu
  • kita tambahkan beberapa campuran kacang-kacangan dalam olahan tersebut seperti seperti kacang merah, buncis dan lentil
  • menggunakan beberapa campuran untuk dessert seperti cabai atau bolognese, chorizo atau daging asap, ayam pedas atau sosis vegetarian dalam piring yang telah di siapkan bersama daging tersebut

Apakah makan olahan daging merah dapat mempengaruhi penyakit kanker lainnya ?

Saat ini belum ada bukti kuat bahwa mengkonsumsi terlalu banyak olahan dari daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit kanker lainnya. Karena hal ini masih menjadi perbincangan ramai di kalangan ahli medis dan para peneliti tentang perkembangan jenis kanker.

Apa saran Penelitian Kanker Dunia Dana?

Mengkonsumsi tidak lebih dari 500g olahan daging merah dalam seminggu daging merah, seperti daging sapi, babi dan domba dapat memperkecil resiko terhadap penyakit kanker. Hal ini sudah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kurang dari 500g olahan daging merah dalam seminggu tidak meningkatkan risiko terhadap timbulnya penyakit kanker usus.

Daging merah juga merupakan sumber yang baik seperti protein, nutrisi,  zat besi, seng dan vitamin B12, sehingga dapat berkontribusi untuk membantu kita dalam masa diet yang sehat dan seimbang. Olahan daging di sisi lain sangatlah minim akan kandungan nutrisinya, tinggi lemak dan garam, jadi pilihlah daging merah yang terbaik dengan memilih daging yang masih segar dan daging yang belum diproses. Selain itu juga kita tidak seharusnya berlebihan dalam mengkonsumsi daging merah karena banyak sekali dampak yang di timbulkan terhadap tubuh kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *