Bahaya Memakai Celana Dalam Yang Ketat

By | December 23, 2016

Bagi sebagian orang pasti selalu memperhatikan mengenai kebersihan pakaian saja tanpa memperdulikan kenyamanan kain yang dipakai ataupun tidak memperdulikan kondisi pakaian yang sudah tidak layak pakai, seperti halnya dengan celana baju yang kekecilan atau ketat. Lihat juga cara ampuh mengatasi bau ketiak!

Penelitian telah menunjukkan bahwa pakaian ketat dapat mempengaruhi unsur kesehatan termasuk terpengaruhinya bagian sirkulasi darah, kontinensia dan sistem reproduksi. Sebagai bagian dari kesehatan kita, kita harus lebih banyak mempunyai waktu untuk selalu memperhatikan bagaimana kondisi pakaian yang benar-benar sesuai dengan kenyaman dan kondisi tubuh kita.

Kesehatan pria

United Kingdom National Institute for Health and Clinical Excellence melakukan studi gaya hidup yang dilakukan seseorang dan menemukan bahwasanya jika seseorang mengenakan pakaian ketat ternyata dapat mengeluarkan inhibitor lebih besar terhadap pergerakan sperma dari pada seseorang yang menjalani gaya hidup tidak sehat dengan mengkonsumsi alkohol atau merokok. Penelitian menunjukkan bahwa penyempitan pangkal paha dapat menurunkan kadar sperma. Pakaian ketat juga cenderung akan meningkatkan suhu disekitar skrotum, dan hal inilah yang dapat menghambat produksi sperma. Viabilitas sperma ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk stabilitas suhu tubuh.

Kesehatan wanita

Pakaian dalam wanita yang dikenakan terlalu ketat dibagian perut bagian atas atau bawah bisa menyebabkan rasa sakit. Celana yang terlalu ketat dapat memampatkan perut dan menyebabkan refluks asam menaik ke dalam kerongkongan, yang dapat menyebabkan mulas. Celana dalam yang terlalu ketat dapat menurunkan sirkulasi darah di daerah paha atas, yang juga dapat mengakibatkan iritasi, kesemutan atau mati rasa.

Tali celana dalam

Tarikan dari celana thong juga ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Untuk itu, jika kita ingin memakai celana thong harus mengetahui mengenai batasan-batasan waktu dalam penggunaannya. Tali dari celana thong sendiri dapat berkontribusi terhadap timbulnya infeksi vagina jika bagian tersebut menyerap dan menyebarkan bakteri. Kita bisa mengurangi dampak tersebut dengan cara melonggarkan kondisi tasi celana thong yang ketat tersebut. Potensi terhadap timbulnya kondisi iritasi kulit merupakan alasan lain untuk kita untuk mempertimbangkan kembali untuk mengenakan celana dalam thong.

Pasokan udara

Mengenakan pakaian yang tidak ketat sangatlah baik sekaligus menjaga kesehatan organ reproduksi kita. Bagian tertentu dari tubuh semisal bagian organ vital kita juga ternyata membutuhkan sirkulasi udara yang memadai demi kebersihan dan pertahanan diri terhadap infeksi dan iritasi. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa dengan memakai pakaian ketat selama berolahraga dapat meningkatkan suhu tubuh dan keringat pun dapat perangkap yang menyebabkan bagian organ vital kita pun menjadi lembab dan mempermudah pengembangan bakteri.

Selain menyebabkan infeksi ataupun iritasi, pengembangan dan pertumbuhan bakteri yang cepat tersebut dapat menyebabkan bagian organ kemaluan kita menjadi berbau dan gatal, bahkan kita secara otomatis akan menggaruknya, yang akhirnya dapat menyebabkan iritasi dan luka. Mulai sekarang kita harus menghindari kebiasaan menggaruk daerah kulit yang gatal, karena kalau salah-salah nantinya dapat menyebabkan kulit menjadi luka dan perih. Untuk itu, kita harus mengetahui beberapa cara mengetasi kulit yang gatal dengan cepat dan tentunya aman.

Dari kebiasaan menggunakan celana ketat saja kemungkinan besar juga dapat berpengaruh tidak sehat terhadap kesehatan tubuh contohnya saja terhadap timbulnya kondisi infeksi saluran kemih, karena bisa saja perkembangan bakteri tersebut masuk kedalam melalui alat kelamin yang akhirnya memasuki saluran kemih. Yu kita cari tahu cara tepat mencegah infeksi saluran kemih, agar kita lebih waspada lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *