Beginilah Hubungan Penyakit Rheumatoid Arthritis Dengan Penyakit Kulit

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit peradangan kronis yang menyebabkan nyeri, rasa lelah dan terjadi malformasi dari bagian sendi. Ini adalah penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi bagian seluruh tubuh, termasuk bagian organ-organ vital, mata dan kulit.

Jika peradangan sudah terjadi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan yang terjadi secara umum di bagian tubuh yaitu terhadap tekstur, warna kulit dan daya tahan sel jaringan tersebut yang disebabkan oleh lesi kulit yang sudah akut dan adanya infeksi.

Gejala umum

Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan berbagai perubahan pada kulit yang tidak pernah menimbulkan tanda-tanda sebelumnya. Pada umumnya permukaan kulit kita ini menjadi tipis, cepat sekali menjadi keriput dan mudah rapuh serta menyebabkannya menjadi mudah memar ketika terbentur sedikit saja dengan benda lainnya. Telapak tangan yang awalnya berwarna putih berubah menjadi warna kemerahan (disebut eritema palmaris), sedangkan kulit di bagian belakang telapak tangan bisa berubah menjadi pucat.

Obat herbal untuk penyakit rematik sembuh secara total dengan QNC JELLY GAMAT!!!

Nodul rheumatoid

Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan benjolan yang terbentuk di bawah permukaan kulit, terutama di daerah sendi tertentu yang terkena dan ini disebut subkutan atau nodul rheumatoid. Nodul subkutan lebih sering terjadi pada sekitar 25 persen pasien penderita rheumatoid arthritis dan lebih umum menyerang pada pria daripada wanita.

Rematik jenis ini sangat jelas terasa saat disentuh dan biasanya jinak dan tidak menyakitkan, meskipun mereka dapat menyebabkan rasa sakit jika muncul di daerah rawan terkena iritasi seperti jari-jari, telapak kaki, tumit, punggung atau lengan. Komplikasi seperti infeksi atau ulserasi dapat terjadi jika kulit yang menutupi nodul sudah rusak.

Vaskulitis rheumatoid

Vaskulitis adalah komplikasi yang berpotensi menjadi permasalahan penyakit yang serius dari jenis rheumatoid arthritis. Ketika pembuluh darah yang telah rusak akibat rheumatoid arthritis mulai berdarah, hal ini dapat menyebabkan luka pada permukaan kulit. Luka biasa ini bisa kita temukan pada kaki bisa menjadi ulserasi dan menyakitkan. Mereka biasanya berwarna ungu gelap dan disebut purpura atau petechiae.

Vaskulitis juga dapat menyebabkan gejala di daerah tubuh lainnya seperti hilangnya sensasi, pembesaran hati atau limpa, darah dalam urin dan bisul pada usus. Vaskulitis ini juga dapat menyebabkan gangren atau kematian pada jaringan kulit di daerah anggota badan yang terkena.

Pioderma gangrenosum

Pioderma gangrenosum dapat terjadi pada sekitar 37 persen pasien penderita rheumatoid arthritis. Hal ini dapat menyebabkan lesi ulseratif, biasanya pada tungkai bagian bawah tapi secara umum hal ini dapat terjadi di manapun pada bagian tubuh lainnya. Borok akan tumbuh sangat cepat dan dapat diperburuk oleh cedera atau trauma. Ketika borok ini mulai tumbuh maka lapisan jaringan kulit lainnya akan mulai mati (biasanya disebut nekrosis). Kita bisa mengobatinya dengan menggunakan obat-obatan kortikosteroid untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius dari jaringan kulit nekrotik dan kulit yang infeksi.

Kondisi kulit langka lainnya

Rheumatoid arthritis telah banyak dikaitkan terhadap beberapa kondisi kulit inflamasi langka lainnya, seperti gangguan neutrophilic. Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang meningkat jumlahnya ketika melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri.

Pasien penderita rheumatoid arthritis ternyata dapat mengembangkan penyakit kulit neutrophilic yang merupakan kondisi peradangan pada kulit yang ditandai dengan membesarnya papula di bagian permukaan kulit. Di bawah mikroskop, infiltrasi neutrofil dapat dilihat sebagai bukti dari infeksi yang sudah terjadi. Sebenarnya penyakit rematik ini bisa kita sembuhkan dengan cara alami untuk menghentikan peradangan pada rematik yang terjadi ketika penyakit rematik ini kambuh kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *