Beginilah Reaksi Tubuh Kita Ketika Berpuasa

By | December 22, 2016

Puasa dilakukan oleh banyak orang sebagai cara untuk detoksifikasi dan membersihkan tubuh dari penumpukan sisa limbah makanan. Lihat juga makanan yang dapat merusak sistem imun!

Respon tubuh seseorangt dalam menjalani puasa ini biasanya menimbulkan reaksi yang bermacam-macam dan tergantung pada jenis dan panjangnya waktu berpuasa. Seseorang yang menderita penyakit berat seperti kanker, AIDS dan penyakit yang berpotensi dapat menyebabkan kondisi fatal, ada baiknya harus menghindari puasa, sebagaimana yang dilakukan oleh wanita hamil dan bayi. Contohnya saja puasa bagi penderita diabetes tidaklah disarankan, tetapi jika memang si penderita tersebut ingin melakukan puasa tentunya harus tetap dipengawasan ahli medis.

Efek samping

Tubuh kita akan membutuhkan tiga hari untuk menghilangkan nafsu makan. Beberapa orang biasanya akan menderita beberapa efek samping, seperti sakit kepala dan nyeri otot, karena kondisi tersebut merupakan sebuah perubahan keadaan tubuh untuk mengakomodasi perubahan metabolik yang dihasilkan dari menurunnya masukan gizi.

Tingkat kecepatan toksisitas pada tubuh kita juga dapat berkontribusi terhadap efek samping, yang juga dapat menyebabkan kondisi bau mulut, timbulnya noda pada bagian permukaan gigi dan bau badan yang tidak sedap sebagai racun yang dilepaskan. Selain beberapa efek samping tersebut, salah satu efek yang paling sering terjadi ketika kita menjalani puasa yaitu cepatnya tubuh merasakan lelah, yang disebabkan oleh asupan makanan yang kurang dikonsumsi sebagai pembentuk energi tubuh.

Kolesterol dan lemak

Salah satu respon tubuh terhadap puasa pun telah dikemukakan oleh para peneliti dari Harvard University. Menurut penelitian ini, ketika kita menjalani puasa, maka salah satu enzim sirtuin dalam tubuh kita, secara otomatis akan menghalangi protein yang terlibat dalam produksi lemak dan kolesterol. Puasa juga akan menyebabkan tubuh kita untuk berhenti memproduksi dan menyimpan lemak dan kolesterol, dan sebagai gantinya, maka akan mulai menggunakan lemak yang sudah kita simpan sebagai sumber energi.

Hormon pertumbuhan manusia

Seperti dilaporkan dalam ScienceDaily, ahli jantung di Heart Institute of Medical Center Intermountain, melakukan sebuah studi penelitian yang meneliti efek puasa pada tingkat hormon pertumbuhan manusia atau HGH (Human Growth Hormone). HGH ini berhubungan langsung untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan memberikan perlindungan untuk fungsi otot yang bekerja tanpa lemak didalam tubuh.

Puasa dalam waktu yang lama

Menjalani puasa dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan reaksi yang parah seperti penurunan tekanan darah, anemia, ketidakseimbangan mineral dan terganggunya fungsi hati. Selain itu, masih banyak lagi mengenai efek samping yang dapat ditimbulkan ketika kita menjalani puasa dalam waktu yang cukup lama.

Sebenarnya puasa memanglah bukan hal yang baru apalagi ada sejumlah ajaran agama yang mempunyai waktu tertentu untuk berpuasa, yang tentunya mempunyai sejuta manfaat dibandingkan dengan penjelasan reaksi tubuh ketika kita berpuasa tersebut. Reaksi tersebut memang wajar saja kita alami apalagi bagi orang yang baru menjalani puasa, karena pada dasarnya penelitian mengenai manfaat berpuasa pun sudah dikemumukan oleh beberapa penelitian mengenai manfaat berpuasa, seperti halnya dapat membantu mendetoksifikasi tubuh, meningkatkan kemampuan otak, menurunkan kadar kolesterol, mengistirahatkan organ pencernaan dan masih banyak lagi.

Nah, jika kita ingin menjalani puasa tanpa beberapa efek samping bau mulut, gigi menjadi kotor dll, kita harus memilih jenis asupan makanan yang dapat memutihkan gigi, tentunya kondisi ini juga akan membantu agar mulut kita tidak timbul aroma bau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *