Berat Badan: Efeknya Terhadap Mental Dan Emosi

By | November 2, 2016

Menurunnya berat badan tentunya akan sangat berdampak baik terhadap kesehatan tubuh kita, akan tetapi dalam masalah penurunan berat badan juga dapat menyebabkan efek terhadap kondisi mental kita. Ketika kita sudah mencoba upaya untuk menurunkan berat badan, ternyata efek samping yang ditimbulkan pun biasanya berdampak positif secara fisik dan mental, karena kita dapat menikmati rasa kepuasan dan kepercayaan diri dengan hasil tubuh yang ideal.

Di sisi lain, hasil instan dari operasi yang kita lakukan untuk menurunkan berat badan juga dapat mencegah kita dari kondisi mental yang stres untuk menerima perubahan fisik terbaru terhadap tubuh kita dan biasanya kondisi ini juga dapat menyebabkan efek psikologis yang merugikan.

Lihat juga benarkan latihan menggunakan samsak dapat menurunkan berat badan? !

Depresi

Menurut penelitian yang dilakukan Graduate School of Professional Psychology, depresi adalah efek psikologis yang paling banyak dipelajari dari kasus diet yang dilakukan untuk menurunkan berat badan. Dalam kasus orang-orang yang sudah menurunkan berat sekitar 25 persen dari berat badan mereka, biasanya seseorang tersebut kemungkinan akan mengalami beberapa efek psikologis negatif yang secara terus-menerus dialami. Dari beberapa studi pun telah menunjukkan bahwa gejala depresi dan penurunan kepercayaan diri biasanya lebih sering berhubungan dengan orang-orang yang berada pada berat badan yang sehat, yang ingin berusaha untuk menurunkan berat badan. Para psikolog setuju bahwa ada keterkaitan secara langsung antara kondisi tubuh yang buruk dengan depresi.

Kecemasan dan stres

Menjaga berat badan dengan ekstrim agar tetap terlihat ideal dapat meningkatkan resiko keadaan tubuh kita kedalam kondisi stres dan kecemasan. Dari penelitian lain juga mengatakan bahwa dengan menjaga berat badan bisa menjadi hal yang sangat sulit bagi sebagian orang yang melakukan diet yang biasanya akan cenderung menderita kondisi emosional yang tinggi. Kehilangan berat badan juga dapat mempengaruhi tingkat hormon kita, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi psikologis kita. Menurunkan berat badan dengan instan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang secara ekstrim dapat menyebabkan perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi, stres dan kecemasan. Mempertahankan tubuh dengan menjaga berat badan juga dapat mempengaruhi keadaan secara mental dan emosional untuk menuntut kondisi yang bisa dikatakan kalau kita sangat menolak makanan untuk menjaga normal berat badan kita.

Gangguan makan

Berjuang untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan sangatlah beresiko terhadap keadaan psikologis kita. Dari beberapa studi pun telah menunjukkan bahwasanya perempuan lebih mungkin untuk mengalami gangguan makan karena diet dan penurunan berat badan yang ekstrim. Wanita yang melakukan diet ekstrim juga lebih rentan terhadap perkembangan anoreksia nervosa dan bulimia nervosa, karena ada hubungan yang secara langsung mengenai proses diet dengan penderita bulimia. Karena konsekuensi fisik dan mental yang sangat tinggi dari pembatasan kita dalam mengkonsumsi makanan tersebut, biasanya orang yang menjalani proses diet akan lebih mungkin untuk menderita gangguan makan.

Sebenarnya, boleh saja kita menjalani proses diet, asalkan harus mengetahui terlebih dahulu mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dihindari oleh kita untuk melakukan proses diet tersebut. Yang terpentingnya lagi kita harus bisa mengatur jenis asupan makanan yang baik dan dengan pemenuhan gizi yang seimbang, kita pun harus mengetahui beberapa hal dalam penurunan berat badan, agar kita lebih mudah untuk menjalani diet yang sehat dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *