Berikut Hubungan Penyakit Asma Dengan Kafein

By | August 10, 2016

Kafein digunakan oleh beberapa orang untuk membantu menyembuhkan  asma. Para ilmuwan telah menemukan bahwa kafein memiliki kandungan yang bermanfaat untuk gejala pada penyakit asma, karena secara kimiawi kandungan kafein mirip dengan obat asma yang sudah terkenal. Sementara, kafein tidak harus menjadi pengganti obat biasa untuk penyakit asma.

Gejala

Asma adalah penyakit paru-paru, di mana paru-paru ini terlalu sensitif terhadap berbagai zat dan uap. Jika Anda menderita asma, ketika menghirup zat seperti serbuk sari atau cat uap tentunya dapat memicu serangan asma, menyebabkan paru-paru Anda memproduksi lendir serta terjadinya peradangan. Anda akan merasa sesak dada, kesulitan bernapas, dan mulai batuk ketika saluran udara di paru-paru menjadi sempit, sehingga sulit untuk udara bisa masuk. Jika asma tidak segera di obati akan menyebabkan kematian.

Perawatan

Asma dapat terjadi di semua usia. American Lung Association memperingatkan bahwa asma yang sudah kronis dapat di sembuhkan. Kabar baiknya adalah bahwa banyak sekali perawatan untuk penyembuhan penyakit asma yang memungkin anda menjalani hidup dengan normal tanpa adanya ketakutan asma akan kambuh. Perawatan dengan menggunakan inhaler dan pil dapat menenangkan jaringan paru-paru yang teriritasi dan mengendurkan otot bronkus. perawatan pencegahan ini adalah untuk menghindari pemicu asma seperti serbuk sari, asap rokok, cat, penyegar udara, pembersih rumah tangga dan parfum.

Menyembuhkan asma secara total dan cepat dengan QNC JELLY GAMAT!!!

Teofilin

Di antara obat yang selalu digunakan untuk mengobati penyakit asma adalah teofilin, yang bermanfaat untuk melemaskan otot-otot saluran napas dan menekan respon inflamasi dari jaringan paru-paru. Teofilin dan kafein adalah satu jenis yang sama dari bahan kimia tanaman. Oktober 2007 “Intervensi Molekuler,” menggambarkan sejarah dan struktur kimia mirip teofilin dan kafein. Ketika kafein yang tertelan melalui kopi atau minuman lain, diproses oleh hati dan dipecah menjadi bahan kimia, termasuk teofilin.

Kafein

Para ilmuwan telah melakukan banyak penelitian untuk menentukan apakah kafein dapat membantu penderita asma atau tidak. Enam dari studi terkait paling menonjol ditampilkan dalam 2012 Ulasan dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafein membantu penderita asma bernapas lebih mudah untuk 2 sampai 4 jam setelah konsumsi. Para peneliti dalam laporan studi yang bahkan dalam jumlah dari 5 miligram per kilogram berat badan atau 400 miligram kafein untuk orang 175 pound, kafein ternyata menunjukkan peyembuhan secara efektif terhadap asma.

Pengobatan rumah

Kafein tidak bisa menggantikan obat yang sudah di resepkan untuk asma, obat asma tidak lebih efektif dari pada kafein untuk penyembuhan, tetapi kafein bisa berbahaya untuk penderita asma yang mengakibatkan sakit jantung dan tekanan darah tinggi. Penderita asma sudah menggunakan teofilin, hanya saja tidak boleh di minum dalam jumlah banyak. Namun, obat rumah sementara bagi penderita asma dengan inhaler.

Untuk itu alangkah lebih baiknya kita menjaga asupan makanan yang kita konsumsi supaya tubuh kita terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang dapat mengancam tubuh kita, kita bisa menggunakan alternatif lain yaitu dengan asupan makanan yang tentunya mengandung banyak khasiat seperti kaya akan kandungan antioksidan yang bertujuan untuk menghilangkan racun yang bersarang dalam tubuh kita, dari pada kita menggunakan obat-obatan kimia yang tentunya akan lebih berat lagi penyembuhannya karena dapat menimbulkan efek samping pada si penderita.

Dari penelitian terbaru juga menyebutkan bahwasanya penderita asma bisa melakukan terapi sederahana yang dapat meringankan rasa sakit di saat asma menyerang yaitu dengan cara melakukan olahraga berenang, karena olahraga ini dapat melatih gerak nafas pada sistem paru-paru kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *