Efek Negatif Komputer Terhadap Anak

By | January 3, 2017

Peran komputer saat ini telah mengubah kehidupan manusia dari segala usia tidak terkecuali dengan anak-anak. Karena teknologi ini bisa menjadi hal yang sangat luar biasa untuk di nikmati dan digunakan sebagai sarana belajar dan hiburan, namun juga dapat memiliki efek yang kadang-kadang tanpa kita sadari dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan kita terutama pada anak-anak. Lihat juga buruk dan tidaknya kopi untuk anak!

Dengan kesadaran diri sendiri sebagai orang tua atau bahkan kita sebagai orang yang masih berada di lingkungan anak-anak, diharapkan untuk selalu mengatur kebiasaan buruk tersebut, apalagi kalau kita sudah mengetahui beberapa efek negatifnya seperti berikut ini:

Statistik pengguna

Menurut sebuah studi penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 Common Sense Media, sudah ada banyak anak-anak yang masih terbilang muda menggunakan komputer secara teratur, dengan 12 persen berusia sekitar 2 sampai 4 tahun dan 22 persen dari usia 5 sampai 8 tahun setiap harinya. Statistik ini bertahan meskipun rekomendasian dari American Academy of Pediatrics, menyebutkan bahwasanya tidak ada batasan waktu untuk semua kelompok umur ketika menggunakan komputer. Namun, tetap saja kita harus mengetahui efek buruk yang dapat ditimbulkan tersebut.

Keluhan fisik

Menurut sebuah penelitian, menyebutkan bahwa anak-anak yang selalu menghabiskan waktu didepan komputer dapat mengembangkan kondisi penundaan pada neurologis, beberapa di antaranya dapat menjadi permanen. Selain itu, dapat menyebabkan peningkatan pada denyut jantung dan pernapasan, gemetar dan sistem sensorik kelebihan beban, yang dapat merespon untuk kondisi stres dan penyakit serius yang dapat menyebabkan gangguan dari waktu ke waktu. Lihat juga faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik!

Kidshealth menyebutkan keluhan fisik dpat saja terjadi di kalangan pengguna komputer karena terlalu sering menggunakan pergelangan tangan yang akhirnya menyebabkan kondisi carpal tunnel syndrome. Untuk mengatasi masalah ini, kita harus bisa menetapkan batas waktu anak ketika menggunakan komputer, orang dewasa saja mempunyai batasan waktu dan waktu istirahat yang baik ketika menggunakan komputer, apalagi anak-anak yang mempunyai ketahanan tubuh yang masih terbilang rentan.

Masalah perilaku

Menurut Common Sense Media, kebutuhan anak-anak untuk belajar keterampilan interpersonal tidak benar-benar dapat diganti dengan cara kegiatan interaksi yang dilakukan dalam online. Kondisi ketergantung pada komputer juga dapat menyembunyikan suatu masalah kehidupan yang mungkin saja pernah di alami oleh si anak. Lihat juga efek positif selebriti terhadap tumbuh kembang remaja!

Selain itu, anak-anak yang hanya sering menghabiskan waktu di depan atau dengan komputer akan menimbulkan kondisi dimana si anak tersebut menjadi susah untuk mengontrol kehidupannya ketika berada di lingkungan tertentu seperti kelas ataupun tempat bermain. Kita harus bisa mengajarkan anak agar mempunyai waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan mendapatkan banyak waktu bermain di luar rumah yang dapat membantu mengontrol cara emosinya, imajinasi dan cara belajarnya.

Masalah psikologis

Banyak anak-anak seperti halnya usia kalangan remaja, yang mempunyai kebiasaan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk online atau kegiatan lain pada komputer ternyata dapat mengalami kesulitan ketika belajar untuk melepaskan kebiasaan tersebut. Anak-anak atau remaja yang menderita kecanduan terhadap komputer ternyata dapat menunjukkan tanda-tanda depresi ketika jauh dari komputer. Ada cara terbaik unutk membantu bagaimana caranya menghentikan kondisi kecanduan tersebut, yaitu dengan cara berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui mengenai bimbingan yang bagaimana yang dapat dengan mudah menyembuhkan kondisi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *