Efek Samping Mengkonsumsi Buah kurma

Kurma merupakan tanaman buah yang asli tumbuh di dataran kering gurun. Buah dari pohon kurma ini dapat dimakan segar, namun lebih sering banyak diolah melalui pengeringan terlebih dahulu dan kemudian dimakan, atau bahkan kurma ini dapat digunakan untuk membuat jus smoothie atau ditambahkan kedalam makanan semur dimana buah kurma ini akan menambahkan rasa manis pada setiap hidangan makanan.

Kurma ternyata mempunyai kandungan yang sangat tinggi akan serat dan kalorinya, itu alasannya kenapa kurma dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau masalah pencernaan yang merupakan sebagian kecil dari efek samping yang ditimbulkan oleh buah kurma tersebut. Lihat juga manfaat dan kerugian buah semangka!

Kalori ekstra

Satu porsi 1/4 cangkir kurma memiliki 111 gr kalori yang sangat tinggi loh. Jika kita secara teratur mengkonsumsi kurma sebagai bagian dari diet, baik sebagai camilan atau sebagai menu makanan lainnya, berhati-hatilah karena kandungan kalori yang terdapat dalam kurma tersebut dapat bertambah menumpuk dengan sendiri didalam tubuh kita. Satu pon saja sudah sama dengan 3.500 gr kalori, sehingga jika kita mengkonsumsi kurma secara teratur maka dapat menyebabkan penumpukan kalori, yang pada gilirannya dapat menambah berat badan.

Masalah serat

Kurma memiliki kandungan alami yang tinggi serat, dalam porsi 1/4 cangkir saja sudah memiliki 2,7 gram kandungan serat. The University of Maryland Medical Center merekomendasikan 20 sampai 35 gram asupan makanan serat per hari saja untuk laki-laki dan itupun lebih banyak dari pada wanita, yang berarti satu porsi kurma saja sudah dapat memberikan 7 persen sampai 13 persen dari asupan serat yang direkomendasikan. Lihat juga efek samping sayuran bayam!

Karena kebanyakan orang di Dunia ini mengkonsumsi sekitar setengah dari asupan serat yang direkomendasikan untuk setiap harinya, peningkatan mendadak dalam asupan serat makanan tersebut dapat menyebabkan keluhan dalam berbagai macam masalah pencernaan seperti penumpukan gas berlebih dalam perut sehingga menyebabkan kondisi sembelit dan membuat perut menjadi kembung.

Intoleransi fruktosa

Kurma memang secara alami menghasilkan rasa manis, dengan hampir 27 gram kandungan gula per 1/4 cangkir. Rasa manis alami dari buah kurma ini sebagian besar dihasilkan dari kandungan fruktosa nya. Fruktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan beberapa jenis sayuran, namun ada beberapa orang yang mempunyai masalah pencernaan sehingga kesulitan untuk mencerna gula tersebut.

Kondisi tersebutlah yang disebut dengan istilah intoleransi fruktosa, penyerapan fruktosa yang lemah yang membuat gula melewati seluruh sistem pencernaan kita tanpa dicerna terlebih dahulu, karena tubuh tidak mampu memecah kandungan gula tersebut. Saat mencapai usus, maka kandungan gula tersebut dapat menyebabkan diare dan penumpukan gas serta menimbulkan sakit perut karena bereaksi dengan bakteri alami dalam usus kita.

Indeks glikemik yang tinggi

Karena kandungan gula yang tinggi, kurma dianggap sebagai makanan yang tinggi glisemik. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan yang kita makan dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah kita. Kurma sendiri memiliki ukuran glikemik dari 103, sedangkan glukosa yang normal biasanya ada pada 100. Lihat juga efek samping buah alpukat!

Kurma juga merupakan makanan glikemik yang sangat tinggi tinggi, yang merupakan ukuran banyaknya kandungan karbohidrat dari makanan yang kita konsumsi dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah kita. Karena kurma yang tinggi akan kandungan karbohidrat, dengan sekitar 40 gram per 2 ons porsi, ternyata kurma ini termasuk kedalam makanan yang memiliki beban glikemik yang cukup tinggi, pada ukuran 42. Kada glikemik yang berlebihan dapat meningkatkan kesempatan kita untuk menderita penyakit diabetes tipe-2, penyakit jantung dan obesitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *