Kerugian Dan Penyakit Yang Ditimbulkan Daging Babi

Daging babi merupakan salah satu daging yang banyak digemari oleh orang-orang timur dari tahun 7000 SM. Bagian daging babi yang banyak digunakan sebagai olahan makanan yaitu bagian tulang rusuk, daging dalam, pinggang, bahu, dan ham. Lihat juga lemak bisa hilang dengan mendidihkan daging!

Babi juga termasuk salah satu daging yang paling populer di seluruh dunia, tetapi tidak semua budaya atau agama tertentu memperbolehkan untuk mengkonsumsi daging babi, karena adanya berbagai kekurangan mengenai kesehatan yang berhubungan dengan keadaan daging babi tersebut. Jika daging babi tidak oleh dengan aman atau dimasak dengan benar, maka daging babi tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius setelah kita konsumsi.

Virus penyebab penyakit

Daging babi dapat menimbulkan risiko timbulnya masalah kesehatan tertentu yang disebabkan oleh resisten bakteri yang kemudian menyebabkan infeksi dan virus. Mengkonsumsi daging babi yang sudah terkontaminasi dengan bakteri dapat menyebabkan gejala seperti muntah, demam, diare, kram perut dan dehidrasi. Mungkin keparahan gejala pun akan terjadi jika daging yang kita konsumsi tersebut tidak sehat, dan dapat membuat virus atau bakteri tersebut menetap didalam tubuh kita.

Babi biasanya dapat terkontaminasi selama dalam proses pemotongan, penanganan yang tidak tepat, menyimpan daging dipermukaan terbuka selama lebih dari dua jam atau tidak memasak daging dengan cukup lama. Memasak dengan benar sangat diperlukan untuk menghilangkan bakteri, tetapi dengan disimpan ditempat yang dingin seperti halnya dengan kulkas juga dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Bakteri sangat resistan terhadap E. coli, salmonella dan Escherichia.

Perkembangan cacing gelang

Perkembangan serta penumpukan cacing gelang atau juga dikenal sebagai trichinosis, merupakan faktor penyebab utama yang harus diketahui seseorang sebelum mengkonsumsi daging babi. Karena dari kebanyakan kasus juga kondisi daging babi yang sudah matang pun dapat berisi parasit Trichinella spiralis atau yang juga dikenal sebagai cacing otot. Efek lainnya juga bahwasanya daging babi ini juga dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit kista yang dapat tumbuh dibagian dalam usus yang kemudian akan tumbuh menjadi cacing gelang dewasa.

Menurut National Institutes of Health cacing gelang berkembang biak dalam usus yang kemudian akan memasuki aliran darah dan menyerang jaringan otot. Hal ini dapat mempengaruhi jantung, otak, paru-paru dan diafragma. Gejala tingan yang dapat timbul yaitu seperti kram, diare, demam, nyeri otot atau kelemahan dan rasa ketidaknyamanan pada perut.

Risiko penyakit jantung

Lemak jenuh adalah salah satu faktor risiko utama terhadap timbulnya penyakit jantung. Lemak jenuh menyebabkan kadar kolesterol LDL kita menjadi lebih buruk dan menyebabkan kolesterol, yang pada akhirnya dapat meningkat risiko penyakit jantung. Lemak jenuh juga dapat meningkatkan risiko terhadap kenaikan berat badan atau obesitas, yang secara langsung juga akan berdampak pada hati dan organ lainnya. Lemak jenuh tersebut berasal dari bagian daging dan hati babi. The American Heart Association, juga sudah merekomendasikan mengenai pengurangan konsumsi lemak jenuh atau menggantinya dengan pilihan lemak tak jenuh lainnya.

Risiko kanker kandung kemih

Kelemahan dari babi lainnya adalah bahwa dengan mengkonsumsi daging babi juga dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh University of Texas, babi yang dimasak pada suhu tinggi akan menghasilkan amina heterosiklik yang dapat menyebabkan kanker. Sebuah studi 12 tahun yang melibatkan 844 pasien penderita kanker kandung kemih dan 878 pasien yang tidak menderita kanker kandung kemih dapat mengumpulkan informasi gizi dan menemukan bahwa pasien yang mengkonsumsi daging babi dan daging merah lainnya akan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terhadap kanker kandung kemih. Lihat juga hubungan daging merah dengan penyakit kanker!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *