Pengaruh Alkoholisme Terhadap Perilaku Seseorang

By | December 13, 2016

Alkohol merupakan sebagian besar minuman yang banyak mempertemukan satu kehidupan sosial dengan yang lainnya dan dapat menciptakan perasaan euforia, tetapi ketika dikonsumsi secara terus menerus dalam jumlah yang banyak, maka akan menimbulkan efek yang dapat dengan cepat berubah menjadi negatif terhadap tubuh kita. Alkohol memiliki dampak langsung pada otak, yang kemudian pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku dengan berbagai cara yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Lihat juga manfaat minum air putih untuk kulit!

Hasil yang buruk

Dampak alkohol ini terhadap perilaku sangat berbeda-beda dari dari setiap individu dengan individu yang lainnya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 dalam Acta Psychiatrica Scandinavica, kemungkinan besar efek bagi seseorang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi mempunyai efek dan pengaruh yang sangat besar, seperti halnya keinginan dalam melakukan bunuh diri. Mereka lebih cenderung memiliki hubungan interpersonal yang buruk, hidup sendiri, tingkat agresif dan impulsif yang lebih tinggi, dan memiliki pandangan negatif terhadap kehidupan sekitar.

Dan juga kebanyakan efek yang sering terjadi dan timbul pada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi alkohol atau biasa yang kita sebut sebagai pecandu, biasanya akan memiliki perilaku atau aktivitas yang tidak biasanya dilakukan ketika dibawah pengaruh alkohol. Lihat juga buruk atau tidaknya kopi untuk anak!

Menurut penelitian yang dilakukan oleh British Journal of Pharmacology, bahwa pecandu alkohol yang sudah kronis juga memiliki efek dan pengaruh yang sangat buruk terhadap bagian tubuh tertentu yang dapat merusak sistem saraf pusat sehinggat bagian tersebut tidak dapat berfungsi lagi seperti sebagai mana seharusnya. Contohnya, dengan adanya kerusakan dengan saraf tertentu yang mengatur pola pikir kita, maka kita pun tidak bisa lagi berpikir dengan jernih dan cepat, sehingga memutuskan sesuatu diluar kontrol akal sehat kita.

Alasan

Ketika kita mengkonsumsi alkohol secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, maka kondisi neurotransmitter di otak yang bertanggung jawab sebagai bagian yang berfungsi untuk merespon kondisi stres pun menjadi terganggu, menurut para peneliti dari British Journal of Pharmacology, menyebutkan bahwasanya minuman beralkohol juga dapat mempengaruhi lipid atau lemak di membran sel yang berfungsi mengatur respon zat di otak menjadi berubah, sehingga merusak dan tidak terkendalinya komunikasi atau hubungan seluruh sistem saraf pusat.

Mekanisme

Bagian neurotransmiter serta neuropeptida, sinyal kimia dan sinyal protein, yang masing-masing mempunyai proses tersendiri yang dapat memberikan pengaruh dan efek yang timbul ketika kita meminum minuman beralkohol tersebut. Menurut para peneliti di British Journal of Pharmacology, satu bagian neurotransmitter yang disebut dopamin diketahui dapat denga mudah terpengaruh dengan cepat oleh minuman beralkohol tak lama setelah seseorang tersebut mengkonsumsinya. Lihat juga efek negatif minuman botol plastik!

Namun, jika seseorang yang sudah dalam jangka panjang mempunyai kebiasaan tersebut atau biasa kita sebut sebagai pecandu alkohol kronis, maka dengan mudah semua zat sinyal di otak menjadi berubah, sehingga secara otomatis juga dapat merubah perilaku seseorang tersebut.

Bagian yang terpengaruh oleh alkohol

Menurut sebuah penelitian yang sudah tercatat dalam Fundamentals of Human Neuropsychology, bagian utama dari otak yang sangat mudah dipengaruhi oleh alkohol adalah bagian korteks frontal. Lobus frontal bertanggung jawab dan mempunyai pengaruh yang sangat tinggi terhadap cara proses berpikir seseorang seperti dalam pengambilan keputusan dan penalaran. Lihat juga bahaya tersembunyi minuman coke!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *