Pengaruh Kerja Shift Malam Terhadap Kesehatan

By | December 8, 2016

Menurut sebuah laporan pada tahun 2004 dari Bureau of Labor Statistics, menyebutkan bahwa sebagian orang yang mempunyai pekerjaan di Dunia ini secara teratur bekerja dengan aturan shift malam atau giliran dalam waktu bekerja yang dibagi pada pagi hari dan malam hari. Kebanyakan orang yang bekerja shift malam tersebut dituntut atas persyaratan pekerjaannya, tetapi yang lainnya lebih memilih shift malam karena dengan tawaran upah yang lebih tinggi dari pada biasanya.

Bagi sebagian orang juga bekerja pada waktu malam terbilang nyaman dengan alasan tertentu seperti tidak akan merasa panas karena tidak adanya paparan sinar matahari, tetapi hal ini dapat menyebabkan masalah tidur dan kelelahan yang kemudian dapat meningkatkan risiko terhadap masalah kesehatan kronis tertentu. Lihat juga penyebab sakit pinggal oleh pekerjaan!

Obesitas dan sindrom metabolik

Kondisi sindrom metabolik biasanya akan menimbulkan beberapa kelainan, termasuk peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah dan lemak tubuh ekstra di sekitar pinggang. Pekerja shift malam akan berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap pengembangan kondisi sindrom metabolik, karena biasanya mereka akan kekurangan waktu tidur dan jadwal mereka tidak sejajar dengan jam internal tubuh yang biasanya mengatur metabolisme dan mengontrol kadar hormon tertentu.

Jadwal makan yang diubah menjadi malam hari pun dapat memberikan efek terhadap timbulnya kondisi sindrom metabolik serta obesitas, karena tubuh akan memproses makanan secara berbeda ketika dimakan pada malam hari dibandingkan pada waktu siang hari. Lihat juga cara mencegah kantuk setelah makan siang!

Penyakit jantung

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam jurnal Occupational Medicine, telah menunjukkan bahwa bekerja pada shift malam dapat menimbulkan 40 persen peningkatan risiko terhadap penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan gejala lain dari penyakit arteri koroner, bila dibandingkan dengan pekerja yang mangambil waktu siang hari.

Perubahan metabolik yang disebabkan oleh pekerjaan pada shift malam dapat memberikan beberapa penjelasan terhadap peningkatan risiko tersebut. Misalnya, beberapa dari pekerja malam telah terbukti memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi yang merupakan faktor risiko timbulnya penyakit jantung, jika dibandingkan dengan pekerja pada siang hari. Obesitas dan sindrom metabolik juga dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner loh.

Masalah pencernaan

Orang-orang yang bekerja pada shift malam lebih sering terkena ganguan sistem pencernaan ketimbang orang yang bekerja pada siang hari. Keluhan pencernaan yang umum tersebut seperti sakit perut, sembelit dan diare. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam Occupational Medicine, melaporkan bahwa sekitar 2,38 persen dari pekerja shift malam dapat mengembangkan penyakit sakit maag, dibandingkan dengan 1,03 persen dari pekerja shift siang hari, risiko ini termasuk timbulnya luka borok di usus kecil.

Kekhawatiran lainnya

Kurang tidur yang biasanya disebabkan oleh pekerjaan pada malam hari ini dapat menyebabkan penyimpangan dalam suatu penilaian atau keputusan, mengurangi kemampuan kognitif dan penurunan konsentrasi, membuat pekerja shift malam lebih rentan terhadap kecelakaan mobil dan kesalahan kerja. Pekerja shift malam, khususnya mereka yang bekerja lebih dari 12 jam juga lebih memungkinkan untuk kecanduan merokok, penyalahgunaan alkohol dan menderita kelelahan kronis.

Penelitian awal menunjukkan bahwa pekerja shift malam dapat meningkatkan risiko terhadap pengembangan dari berbagai macam jenis penyakit kanker. Selain itu, bekerja malam selama dalam masa kehamilan pun dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur dan berat badan bayi yang rendah. Lihat juga alasan tubuh kita selalu cape dan lelah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *