Pengaruh Makanan Pedas Terhadap Kesehatan

By | October 12, 2016

Makanan pedas dapat kita dapatkan dari bahan-bahan dapur seperti bawang putih, cabai, wasabi dan lobak. Rempah-rempah dan makanan pedas ini telah ada selama bertahun-tahun lalu, yang dapat dibuat untuk pengobatan dan olahan masakan khas dari Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Asia dan daerah lainnya. Komponen cabai digunakan dalam kedokteran modern, terutama untuk menghilangkan rasa sakit dari penyakit arthritis, diabetes dan nyeri saraf. Mengkonsumsi makanan pedas juga dikaitkan dengan serangan jantung, karena gejala yang ditimbulkan seusai mengkonsumsi makanan pedas ini sama halnya dengan terkena serangan jantung.

Infeksi

Kedua bahan yang dapat menghasilkan rasa pedas seperti cabai dan bawang putih ini ternyata dapat membantu memerangi infeksi. Sebuah studi pada tahun 1996 oleh Journal of Ethnopharmacology menyelidiki efek antibakteri dari cabai yang biasa digunakan dalam pengobatan oleh suku Maya.

Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang terkandung dalam cabai dapat menghambat lima jenis bakteri. Paprika juga dapat digunakan sebagai obat homeopati untuk menyembuhkan infeksi telinga. Penelitian laboratorium pada bawang putih telah menunjukkan bahwa rempah-rempah tersebut memiliki antiparasit, antijamur dan antibakteri. Rasa pedas yang dihasilkan oleh paprika dan bawang putih juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang akan berfungsi untuk melawan infeksi.

Kanker

Pada tahun 2006, para peneliti di Cedars Sinai Medical Center menemukan bahwa senyawa capsaicin yaitu zat yang ditemukan dalam cabai seperti habanero, jalapeno dan masih banyak lagi, kandungan ini akan membantu untuk membunuh sel kanker prostat. Menurut beberapa penelitian juga senyawa tersebut secara signifikan sudah dapat memperlambat perkembangan sel kanker prostat yang di uji cobakan pada seekor tikus.

Paprika juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menetralkan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan zat berbahaya yang diproduksi sebagai hasil dari faktor metabolik dan pola gaya hidup yang buruk. Bawang putih juga termasuk ke dalam bahan makanan pedas yang memiliki efek positif pada kanker, baik sebagai pencegahan dan sebagai pendorong kekebalan yang dapat membantu tubuh kita untuk melawan sel-sel kanker yang sudah mulai tumbuh. Kita juga bisa menggunakan teh hijau sebagai penyembuh penyakit kanker, karena teh hijau sudah terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit kanker.

Berat badan

Sebuah studi pada tahun 1999 yang diterbitkan dalam “British Journal of Nutrition” telah meneliti hubungan antara konsumsi cabai, nafsu makan dan juga dengan asupan kalori. Seseorang yang diberi sarapan dan menu makan siang yang ditambah dengan cabai merah. Asupan kalori dan nafsu makan tersebut diukur sebelum dan selama mengkonsumsi makanan siang. Para peneliti menyimpulkan bahwa mengkonsumsi cabai dapat menekan nafsu makan dan penurunan total asupan harian kalori.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam “American Journal of Clinical Nutrition” menunjukkan bahwa mengkonsumsi cabai dapat meningkat gula darah dan regulasi insulin setelah makan. Kedua studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi cabai yang terkandung dalam makanan pedas sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit obesitas. Untuk itu, kita harus lebih mengetahui beberapa hal mengenai penurunan berat badan, agar kita lebih waspada lagi terhadap penyakit tertentu yang dapat ditimbulkan dari kondisi berat badan yang berlebih tersebut.

The University of Maryland Medical Center memperingatkan bahwa cabai juga dapat meningkatkan keasaman pada lambung, meningkatkan risiko pendarahan dan menurunkan efektivitas dari penggunaan obat aspirin. Lebih baik kita haru bisa berkonsultasi dengan dokter tentang bahaya dari mengkonsumsi makanan pedas jika kita sendiri memiliki masalah atau gangguan pada perut dan masalah usus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *