Penyebab Perut Buncit Di Usia 50 Tahun

By | January 7, 2017

Ketika kita mencapai usia 50 tahunan, maka tubuh akan secara alami kehilangan massa otot dan mulai berubah pada peningkatan berat badan di bagian tengah tubuh. Lemak perut ini akan meningkat dan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terhadap timbulnya penyakit kronis. Untuk itu kita harus mulai menjalani gaya hidup sehat yang benar-benar dapat menjaga tubuh kita dari berbagai macam penyakit yang tanpa kita sadari dapat mengganggu kesehatan kita. Lihat juga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik!

Dampak Penuaan

Pada wanita pre-menopause, lemak ini biasanya akan menumpuk di bagian pinggul, paha dan bokong. Tapi sama halnya dengan hormon yang akan berubah ketika kita berusia 40-an dan 50-an, lemak ini kemudian akan berpindah menuju bagian perut. Pria memiliki kecenderungan untuk menyimpan lemak ekstra di bagian perut mereka. Ketika usia kita semakin bertambah, maka ada kecenderungan terhadap penumpukan lemak lebih cepat, sehingga membuat peningkatkan berat badan sekitar 10 persen hanya dalam 10 tahun.

Metabolisme pria dan wanita ternyata juga akan melambat seiring dengan bertambahnya usia. Jumlah massa otot yang Anda miliki menurun seiring pertambahan usia, terutama jika kita tidak melatih kekuatan otot maupun fisik, sehingga akan terjadi penumpukan lemak pada tubuh. Dengan menghilangnya masa otot juga ternyata dapat mengurangi tingkat metabolisme juga loh, karena tentunya tubuh kita juga membutuhkan lebih banyak kalori untuk mempertahankan massa otot dari pada massa lemak.

Buruknya memilih cara diet

Proses metabolisme orang dewasa muda biasanya akan lebih sulit dan buruk seiring bertambahnya usia ketika akan mengkonsumsi makanan cepat saji, bir, makanan yang digoreng dan makanan ringan olahan. Soda dan makanan lain yang mempunyai komposisi gula, seperti cookies, kue-kue dan es krim, juga banyak dikonsumsi dan disenangi oleh orang yang sudah lanjut usia, justru hal tersebutlah yang menjadi faktor timbulnya perut buncit. Lihat juga cara diet ikan untuk menurunkan berat badan!

Kondisi stres

Kondisi stres ini dapat timbul disebabkan karena adanya masalah tekanan dari pekerjaan, keuangan, kondisi keluarga dan buruknya kondisi sosial, juga ternyata dapat menyebabkan produksi hormon stres kortisol menjadi lebih tinggi. Dan kondisi inilah yang menyebabkan kalori ekstra tersebut langsung menumpuk dibagian perut, yang penuh dengan reseptor kortisol yang akan merangsang produksi lemak. Kondisi stres juga akan menyebabkan kemungkinan terhadap penumpukan lemak dibagian perut.

Mengurangi aktivitas fisik setelah 50

Ketika kita sudah menginjak usia 50 tahunan dan mempunyai luka lama, sakit ringan dan rasa nyeri disalah satu bagian tubuh, maka kondisi tersebut akan membuat latihan atau olahraga yang kita lakukan akan terasa lebih menantang. Namun, jika kita tidak melakukan suatu latihan atau olahraga fisik, yang ada malah terjadi penumpukan lemak disekitaran perut dan tentunya menambah berat badan.

Kita bisa meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan intensitas latihan sedang untuk kardiovaskular seperti dengan berjalan cepat. Untuk menghilangkan lemak perut, kita bisa menambah waktu sebanyak 60 sampai 90 menit. Menurut American College of Sports Medicine, menyebutkan bahwasanya dengan hanya waktu sekitar 250 menit atau lebih dari intensitas sedang latihan kardiovaskular ternyata secara signifikan dapat menurunkan berat badan terutama lemak dibagian perut.

Dari penelitian yang dilakukan tahun 2009 dari Journal of Endocrinology Clinical and Metabolism menemukan bahwa intervensi penurunan berat badan yang menggabungkan latihan kardio dan pembatasan kalori ternyata dapat menyebabkan kerugian terbesar dari lemak visceral pada peserta obesitas yang berusia 50 tahun lebih tua. Lihat juga cara meningkatkan tinggi badan diatas usia 30 tahun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *